Wasir atau Fisura Ani? Kenali Perbedaan Gejala dan Nyeri

Wasir atau fisura ani? Perbedaan yang paling sering terasa ada pada pola nyeri. Fisura ani biasanya menyebabkan nyeri tajam seperti tersayat saat BAB, lalu rasa perih atau terbakar dapat bertahan beberapa waktu sesudahnya. Sementara itu, wasir atau ambeien lebih sering menimbulkan gatal, rasa mengganjal, benjolan, atau darah merah segar; nyeri berat lebih mungkin terjadi bila ada benjolan luar yang meradang atau terbentuk bekuan darah.

Namun, gejalanya dapat tumpang tindih. Keduanya sama-sama bisa muncul setelah konstipasi, mengejan, atau tinja keras. Karena perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir maupun fisura ani, pemeriksaan medis tetap penting bila ada perdarahan, keluhan menetap, atau tanda bahaya.

Perbedaan utama wasir dan fisura ani

Wasir, ambeien, atau hemoroid adalah pembengkakan pembuluh darah dan jaringan penyangga di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Hemoroid dapat berada di dalam saluran anus atau di bawah kulit di sekitar anus. Keluhannya tidak selalu nyeri, terutama pada hemoroid internal yang belum menonjol keluar.

Fisura ani adalah robekan kecil pada lapisan atau jaringan lembap di anus. Robekan ini sering berkaitan dengan keluarnya tinja yang besar atau keras, tetapi dapat pula terjadi saat diare berkepanjangan. Otot cincin anus dapat mengalami kejang sehingga nyeri terasa lebih kuat dan proses penyembuhan dapat terhambat.

Hal yang dibandingkan Wasir/ambeien/hemoroid Fisura ani
Masalah utamanya Pembengkakan pembuluh darah dan jaringan penyangga di anus atau rektum bawah Robekan kecil pada lapisan anus
Nyeri khas Sering ringan, mengganjal, gatal, atau nyeri bila hemoroid luar meradang Tajam saat BAB, dapat berlanjut sebagai rasa terbakar selama beberapa waktu
Benjolan Dapat ada, terutama hemoroid luar atau hemoroid yang menonjol Umumnya tidak berupa benjolan; pada kasus lama dapat ada lipatan kulit kecil
Perdarahan Darah merah segar pada tisu, permukaan tinja, atau kloset Darah merah segar, sering sedikit, bersamaan dengan nyeri saat BAB

Tabel ini membantu mengenali pola, bukan untuk memastikan diagnosis sendiri. Seseorang juga dapat mengalami lebih dari satu masalah di area anus pada waktu yang sama.

[bsa_related cluster=”perbandingan” limit=”2″ style=”inline”]

Pola nyeri pada wasir atau fisura ani: petunjuk yang paling membantu

Nyeri sering menjadi pembeda yang paling berguna ketika membandingkan wasir atau fisura ani.

Fisura ani cenderung terasa seperti luka yang terbuka kembali

Nyeri fisura ani lazimnya muncul tepat ketika tinja melewati anus. Rasa sakit dapat digambarkan tajam, seperti tersayat, atau perih kuat. Setelah BAB, nyeri dapat berubah menjadi sensasi terbakar dan bertahan dari beberapa menit hingga beberapa jam. Karena takut nyeri, sebagian orang menahan BAB. Kebiasaan ini justru dapat membuat tinja makin keras dan keluhan berulang.

Wasir tidak selalu sakit

Hemoroid internal sering menyebabkan perdarahan merah segar tanpa nyeri yang menonjol. Bila hemoroid keluar dari anus, dapat timbul rasa tidak nyaman, lembap, mengganjal, atau sulit membersihkan area tersebut. Hemoroid luar dapat terasa nyeri bila mengalami iritasi. Nyeri yang sangat kuat dan muncul mendadak bersama benjolan keras di sekitar anus perlu dinilai dokter karena dapat berkaitan dengan bekuan darah pada hemoroid luar.

Gatal saja tidak cukup untuk membedakan keduanya. Gatal dapat terjadi pada wasir, tetapi iritasi kulit, kebersihan yang terlalu keras, atau kondisi kulit lain juga dapat memicunya.

Gejala yang lebih mengarah ke wasir

Keluhan berikut lebih sering sesuai dengan hemoroid, meski bukan kepastian:

  • Darah merah segar setelah BAB, pada tisu, permukaan tinja, atau tampak menetes ke kloset.
  • Benjolan lunak atau pembengkakan di sekitar anus.
  • Gatal, iritasi, rasa penuh, atau rasa belum tuntas setelah BAB.
  • Lendir pada pakaian dalam atau tisu setelah membersihkan anus.
  • Nyeri saat duduk atau saat BAB, terutama bila ada hemoroid luar yang sensitif.

Faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan hemoroid meliputi sering mengejan, konstipasi atau diare menahun, terlalu lama duduk di toilet, kurang serat, kehamilan, bertambahnya usia, serta sering mengangkat beban berat. Pada kehamilan, perubahan tekanan di area panggul dan konstipasi dapat ikut berperan.

Jangan mencoba mengikat, menusuk, memecahkan, atau mengeluarkan benjolan sendiri. Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka, infeksi, atau perdarahan.

Gejala yang lebih mengarah ke fisura ani

Fisura ani sering dicurigai bila keluhan utama adalah nyeri tajam saat BAB. Tanda yang dapat menyertainya meliputi:

  • Rasa seperti tersayat atau robek saat tinja keluar.
  • Rasa panas atau terbakar yang menetap setelah BAB.
  • Garis darah merah segar pada tisu atau pada permukaan tinja, biasanya tidak banyak.
  • Takut BAB karena nyeri, yang kemudian memperburuk konstipasi.
  • Retakan kecil di tepi anus yang kadang terlihat, tetapi tidak selalu mudah dikenali sendiri.

Pada fisura yang berlangsung lama, dapat terbentuk lipatan kulit kecil di dekat lokasi robekan. Lipatan ini bisa disangka wasir. Karena itu, adanya benjolan kecil tidak selalu berarti ambeien.

Fisura ani lebih sering terjadi setelah tinja keras atau besar. Diare yang berlangsung lama juga dapat mengiritasi area anus. Pada bayi dan anak, fisura ani cukup sering terjadi, tetapi darah pada popok atau tinja anak tetap sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan, terutama bila berulang, jumlahnya bertambah, atau anak tampak sangat kesakitan.

Langkah perawatan mandiri yang aman untuk keluhan ringan

Tujuan awal perawatan mandiri pada keluhan yang diduga berkaitan dengan wasir atau fisura ani adalah membuat tinja lebih lunak, mengurangi mengejan, serta meredakan iritasi. Langkah ini dapat membantu, tetapi bukan pengganti pemeriksaan bila ada perdarahan atau gejala menetap.

  1. Jaga tinja tetap lunak. Tambahkan serat dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian secara bertahap. Minum cukup cairan sesuai kebutuhan tubuh agar peningkatan serat tidak memperburuk kembung atau konstipasi.
  2. Jangan menahan dorongan BAB. Menunda BAB dapat membuat tinja lebih keras dan sulit dikeluarkan.
  3. Hindari mengejan dan berlama-lama di toilet. Cobalah BAB saat ada dorongan alami, tanpa memaksakan diri atau terlalu lama duduk sambil bermain ponsel.
  4. Berendam air hangat dangkal. Duduk berendam dengan air hangat selama sekitar 10–15 menit dapat membantu meredakan nyeri atau rasa tidak nyaman. Hindari sabun atau cairan yang dapat mengiritasi area anus.
  5. Bersihkan dengan lembut. Gunakan air atau tisu lembut tanpa pewangi bila cocok, lalu tepuk perlahan hingga kering. Menggosok keras dapat memperparah iritasi.
  6. Pertimbangkan obat dengan bijak. Pereda nyeri atau produk oles tertentu mungkin membantu sebagian keluhan ringan, tetapi gunakan sesuai petunjuk kemasan dan jangan memakai produk tanpa resep lebih lama dari anjuran. Hentikan bila muncul ruam, kulit makin kering, atau iritasi.

Bila sedang hamil, menyusui, memiliki penyakit kronis, memakai pengencer darah, atau ingin memberikan obat pada anak, tanyakan dahulu kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat pencahar, obat nyeri, maupun krim anus.

Kapan harus periksa ke dokter?

Perdarahan anus sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai wasir. Darah merah segar memang dapat terjadi pada hemoroid dan fisura ani, tetapi perdarahan juga dapat berkaitan dengan peradangan usus, polip, infeksi, atau masalah lain pada saluran cerna. Dokter dapat menilai pola keluhan, memeriksa area anus bila diperlukan, dan menentukan pemeriksaan lanjutan yang sesuai.

Buat janji pemeriksaan sesegera mungkin bila

  • Ada darah dari anus, meski jumlahnya sedikit atau baru pertama kali terjadi.
  • Keluhan tidak membaik setelah sekitar 1 minggu perawatan mandiri.
  • Nyeri saat BAB sangat mengganggu, berulang, atau makin berat.
  • Benjolan baru muncul, membesar, keras, atau sulit dibedakan penyebabnya.
  • Keluhan sering kambuh, pola BAB berubah menetap, atau ada penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
  • Anda hamil, baru melahirkan, memiliki penyakit radang usus, atau memakai obat pengencer darah.

Cari pertolongan medis segera bila

  • Perdarahan banyak, terus-menerus, muncul gumpalan darah, atau membuat lemas, pusing, berdebar, dan seperti akan pingsan.
  • Tinja berwarna hitam pekat seperti ter, merah tua, atau darah tampak bercampur banyak dengan tinja.
  • Nyeri anus berat disertai demam, menggigil, diare, atau nyeri perut.
  • Ada kebingungan, kulit pucat dan dingin, sesak, atau pingsan.

Jika perdarahan atau nyeri berat terjadi, jangan menunda pertolongan dengan mencoba berbagai obat atau tindakan pada anus sendiri.

Apakah keduanya bisa memerlukan tindakan medis?

Bisa. Banyak keluhan hemoroid membaik dengan perubahan kebiasaan BAB dan perawatan sederhana. Namun, hemoroid yang terus berdarah, menonjol berat, atau tidak membaik dapat memerlukan penanganan dokter. Pilihannya dapat berupa tindakan di klinik untuk hemoroid internal tertentu atau prosedur lain sesuai hasil pemeriksaan.

Pada fisura ani yang tidak membaik, dokter dapat meresepkan obat oles untuk membantu mengendurkan otot anus. Dalam kondisi tertentu, tindakan lain dapat dipertimbangkan. Keputusan ini perlu dibuat setelah pemeriksaan karena jenis keluhan, lama gejala, kondisi otot anus, riwayat melahirkan, dan risiko tiap tindakan berbeda pada setiap orang.

Intinya, operasi bukan langkah pertama untuk setiap wasir atau fisura ani, tetapi keluhan yang menetap tidak perlu ditahan terlalu lama. Penanganan yang tepat bergantung pada penyebabnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah fisura ani selalu lebih sakit daripada wasir?

Tidak selalu, tetapi fisura ani lebih khas dengan nyeri tajam saat BAB yang dapat berlanjut sebagai rasa terbakar. Wasir sering tidak terlalu nyeri, terutama bila berada di dalam anus, tetapi hemoroid luar yang meradang atau memiliki bekuan darah dapat terasa sangat sakit.

Apakah darah merah segar setelah BAB pasti karena ambeien?

Tidak. Darah merah segar dapat terjadi pada wasir dan fisura ani, tetapi juga dapat berasal dari penyebab lain di saluran cerna bagian bawah. Karena itu, perdarahan anus perlu dikonsultasikan kepada dokter, khususnya jika berulang atau disertai tanda bahaya.

Apakah benjolan kecil di anus pasti wasir?

Tidak selalu. Benjolan dapat berkaitan dengan hemoroid luar, hemoroid yang menonjol, lipatan kulit setelah fisura ani lama, atau kondisi lain. Hindari memencet atau mengobati benjolan secara sembarangan dan periksakan bila baru muncul, nyeri, keras, atau membesar.

Berapa lama boleh mencoba perawatan mandiri?

Untuk keluhan ringan tanpa tanda bahaya, langkah seperti memperlunak tinja, tidak mengejan, dan berendam air hangat dapat dicoba. Namun, bila gejala tidak membaik dalam sekitar 1 minggu, muncul perdarahan, atau keluhan sering kambuh, periksakan ke dokter.

Bolehkah memakai krim wasir untuk fisura ani?

Belum tentu tepat. Krim untuk wasir dapat ditujukan untuk mengurangi gatal, bengkak, atau rasa tidak nyaman tertentu, sedangkan fisura ani dapat memerlukan pendekatan berbeda. Jangan memakai produk oles melebihi petunjuk dan konsultasikan bila nyeri kuat, perdarahan ada, atau keluhan menetap.

Kesimpulan

Wasir atau fisura ani dapat dibedakan terutama dari pola nyeri: fisura ani lebih khas dengan nyeri tajam saat dan setelah BAB, sedangkan wasir lebih sering menimbulkan benjolan, gatal, rasa mengganjal, atau perdarahan merah segar. Meski begitu, gejalanya dapat menyerupai satu sama lain dan perdarahan anus tidak boleh langsung dianggap ambeien. Jaga tinja tetap lunak, hindari mengejan, dan cari pertolongan medis bila ada perdarahan, nyeri berat, atau keluhan tidak membaik.

[bsa_product_cta products=”salep-wasir,kapsul-wasir” style=”sensitive”]

Referensi

  1. NHS. Anal fissure
  2. NHS. Piles (haemorrhoids)
  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Symptoms & Causes of Hemorrhoids
  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Treatment of Hemorrhoids
  5. MedlinePlus. Anal fissure

[bsa_related cluster=”perbandingan”]

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter maupun tenaga kesehatan.

Scroll to Top