Wasir Berdarah: Penyebab, Penanganan, dan Kapan Harus ke Dokter

Wasir berdarah dapat terjadi ketika jaringan hemoroid di area anus atau rektum bagian bawah mengalami iritasi, membengkak, atau terluka saat BAB. Darahnya sering tampak merah segar, misalnya pada tisu toilet, permukaan feses, atau air kloset. Meski demikian, darah dari anus tidak boleh langsung dianggap sebagai ambeien karena fisura anus, peradangan usus, polip, dan kondisi lain juga dapat menyebabkan perdarahan.

Langkah awal yang aman adalah menjaga feses tetap lunak, menghindari mengejan, dan membatasi waktu duduk di toilet. Bila perdarahan berulang, tidak membaik dalam sekitar 1 minggu, atau disertai nyeri berat, pusing, demam, sakit perut, feses hitam, maupun darah dalam jumlah banyak, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Apa yang dimaksud dengan wasir berdarah?

Wasir, ambeien, atau hemoroid adalah pembengkakan dan/atau pergeseran jaringan penyangga beserta komponen pembuluh darah di sekitar anus dan rektum bagian bawah. Jaringan ini secara normal ikut berperan dalam fungsi saluran anus. Saat jaringan tersebut membesar, meradang, atau turun dari posisinya, keluhan hemoroid dapat muncul.

Pada wasir berdarah, perdarahan paling sering berkaitan dengan hemoroid internal, yaitu hemoroid yang berada di dalam saluran anus. Darah dapat terlihat setelah BAB dan umumnya berwarna merah cerah. Hemoroid internal yang belum menonjol keluar sering kali tidak terasa nyeri, sedangkan hemoroid yang prolaps atau keluar dari anus dapat menimbulkan rasa mengganjal dan tidak nyaman.

Namun, pola darah saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya. Perdarahan dari anus tetap perlu dinilai dengan cermat, terutama bila baru pertama kali terjadi, sering berulang, atau disertai perubahan kebiasaan BAB.

[bsa_related cluster=”gejala” limit=”2″ style=”inline”]

Mengapa wasir bisa berdarah?

Perdarahan dapat terjadi ketika jaringan hemoroid yang membengkak mengalami gesekan atau tekanan saat tinja lewat. Tinja yang keras, mengejan kuat, dan duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan pada area tersebut sehingga keluhan lebih mudah muncul atau kambuh.

Beberapa hal yang dapat berkaitan dengan hemoroid berdarah meliputi:

  • Sembelit, terutama bila feses keras dan BAB jarang.
  • Mengejan saat BAB atau kebiasaan menunda BAB hingga feses makin keras.
  • Duduk terlalu lama di toilet, termasuk karena menggunakan ponsel sambil menunggu BAB.
  • Diare yang berlangsung lama, karena dapat mengiritasi area anus.
  • Kurang serat dan cairan, yang dapat membuat feses sulit dikeluarkan.
  • Kehamilan dan persalinan, yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh dan jaringan di area panggul.
  • Sering mengangkat beban berat atau aktivitas yang meningkatkan tekanan di perut.
  • Bertambahnya usia, karena jaringan penyangga di anus dan rektum dapat melemah.

Faktor-faktor tersebut tidak berarti setiap orang pasti mengalami ambeien. Akan tetapi, memperbaiki kebiasaan BAB dan pola makan dapat membantu mengurangi tekanan yang memperburuk keluhan.

Ciri darah akibat hemoroid dan gejala yang dapat menyertainya

Darah yang dikaitkan dengan hemoroid sering terlihat merah segar setelah BAB. Darah dapat hanya berupa bercak di tisu, garis pada permukaan feses, tetesan di kloset, atau tampak pada air kloset. Jumlah perdarahan dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Selain perdarahan, keluhan yang mungkin menyertai meliputi:

  • Gatal, perih, atau iritasi di sekitar anus.
  • Benjolan lunak atau pembengkakan di dekat anus.
  • Rasa tidak nyaman saat duduk.
  • Rasa mengganjal atau seperti ada jaringan yang keluar saat BAB.
  • Lendir dari anus yang dapat mengiritasi kulit di sekitarnya.

Nyeri tajam saat BAB, khususnya bila terasa seperti ada luka robek, dapat lebih sesuai dengan fisura anus daripada hemoroid internal biasa. Sementara itu, feses berwarna hitam pekat seperti ter, darah yang bercampur dalam feses, atau perdarahan bersama sakit perut dan diare perlu dinilai dokter karena dapat berasal dari bagian saluran cerna lain.

Perdarahan anus tidak selalu berarti wasir. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena darah tampak sedikit atau keluhan pernah dianggap ambeien sebelumnya.

Langkah perawatan mandiri yang aman untuk membantu mengurangi iritasi

Perawatan mandiri bertujuan mengurangi tekanan dan gesekan saat BAB, bukan menggantikan pemeriksaan bila perdarahan menetap. Fokus utamanya adalah membuat feses lebih lunak dan membangun kebiasaan BAB yang lebih nyaman.

  1. Tambahkan serat secara bertahap. Pilih sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh sesuai toleransi. Penambahan mendadak pada sebagian orang dapat memicu kembung, sehingga lakukan perlahan.
  2. Cukupi minum. Asupan cairan yang cukup membantu serat bekerja menjaga konsistensi feses. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda, misalnya pada orang dengan penyakit ginjal atau pembatasan cairan dari dokter.
  3. Jangan mengejan dan jangan menahan BAB. Pergilah ke toilet saat ada dorongan BAB. Bila belum keluar dalam beberapa menit, hindari memaksa terlalu lama.
  4. Batasi waktu duduk di toilet. Usahakan tidak berlama-lama, termasuk sambil bermain ponsel atau membaca.
  5. Berendam air hangat. Duduk berendam dengan air hangat beberapa kali sehari dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada area anus.
  6. Bersihkan dengan lembut. Hindari menggosok keras. Keringkan dengan cara ditepuk perlahan agar kulit tidak makin iritasi.
  7. Tetap bergerak. Aktivitas fisik ringan yang sesuai kondisi tubuh dapat membantu keteraturan BAB dan mengurangi risiko sembelit.

Krim, salep, atau supositoria untuk hemoroid yang dijual bebas dapat membantu keluhan ringan tertentu, tetapi penggunaan sebaiknya mengikuti petunjuk produk dan dibatasi. Bila tidak ada perbaikan setelah sekitar 1 minggu, muncul ruam atau iritasi, atau perdarahan tetap terjadi, periksakan diri. Jangan mencoba mengikat benjolan sendiri atau memasukkan bahan apa pun ke anus tanpa arahan tenaga kesehatan.

Kapan wasir berdarah perlu diperiksa dokter?

Sebaiknya buat janji pemeriksaan bila Anda mengalami perdarahan dari anus, terutama jika ini baru pertama kali, berulang, atau penyebabnya belum pernah dipastikan. Dokter dapat menanyakan pola BAB, obat yang digunakan, keluhan penyerta, lalu melakukan pemeriksaan pada area anus bila diperlukan. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan lanjutan dapat dianjurkan untuk mencari sumber perdarahan.

Periksa ke dokter lebih cepat apabila:

  • Perdarahan tidak membaik setelah perawatan mandiri sekitar 1 minggu.
  • Darah muncul berulang atau jumlahnya terasa bertambah.
  • Ada benjolan yang menetap, keluar dan sulit masuk kembali, atau keluhan sangat mengganggu aktivitas.
  • Nyeri anus cukup berat, terutama bila muncul mendadak bersama bengkak atau benjolan nyeri.
  • Anda mengalami perubahan pola BAB, seperti sembelit atau diare yang menetap.
  • Ada penurunan berat badan tanpa rencana, lemas yang tidak biasa, atau perubahan warna feses.
  • Anda sedang menggunakan obat pengencer darah, aspirin, atau memiliki gangguan pembekuan darah. Jangan menghentikan obat resep tersebut sendiri; hubungi dokter yang merawat untuk mendapatkan arahan.

Dokter dapat menyarankan penanganan sesuai temuan, mulai dari pengaturan serat dan obat untuk melunakkan feses hingga tindakan pada hemoroid internal yang sering berdarah atau prolaps. Tindakan dapat meliputi pengikatan dengan karet khusus, suntikan skleroterapi, koagulasi inframerah, atau operasi pada keadaan tertentu. Pilihan terbaik bergantung pada jenis, tingkat keluhan, kondisi kesehatan, dan hasil pemeriksaan.

Tanda darurat: jangan menunggu bila perdarahan banyak atau disertai gejala ini

Segera cari pertolongan medis darurat bila perdarahan tidak berhenti, darah keluar banyak, terlihat gumpalan darah besar, atau Anda merasa pusing, sangat lemas, berdebar, hampir pingsan, maupun pingsan. Kondisi tersebut dapat menandakan kehilangan darah yang perlu ditangani segera.

Pertolongan segera juga diperlukan bila perdarahan disertai salah satu kondisi berikut:

  • Nyeri anus yang berat, terutama bersama demam, sakit perut, atau diare.
  • Feses hitam pekat seperti ter.
  • Darah merah tua atau darah yang bercampur di dalam feses.
  • Muntah darah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi.
  • Kulit pucat, sesak napas, kebingungan, keringat dingin, atau denyut jantung cepat.

Pada anak, darah pada feses sering kali berkaitan dengan sembelit atau luka kecil di anus, tetapi tetap perlu disampaikan kepada dokter anak. Pada kehamilan, wasir dapat terjadi dan perdarahan merah segar setelah BAB bisa muncul, namun perdarahan tetap tidak boleh langsung dianggap berasal dari hemoroid tanpa penilaian, terlebih bila disertai nyeri berat, pusing, atau keluhan lain.

Cara membantu mencegah wasir berdarah kambuh

Pencegahan berfokus pada kebiasaan yang membuat BAB lebih teratur dan tidak memerlukan mengejan. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten biasanya lebih mudah dipertahankan dibanding perubahan drastis dalam waktu singkat.

  • Usahakan makan berserat setiap hari dan sesuaikan peningkatannya dengan kenyamanan pencernaan.
  • Minum cukup cairan bila tidak ada pembatasan dari dokter.
  • Jangan menunda BAB saat dorongan muncul.
  • Hindari kebiasaan duduk lama di toilet.
  • Bangun aktivitas fisik rutin sesuai kemampuan.
  • Bila sembelit sering berulang, bicarakan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebab dan pilihan penanganan yang tepat.
  • Gunakan teknik mengangkat barang yang benar dan hindari memaksakan beban yang terlalu berat.

Keluhan hemoroid dapat kambuh bila pemicu seperti sembelit dan mengejan terus terjadi. Karena itu, tujuan utamanya bukan hanya menghentikan darah yang terlihat, melainkan juga memperbaiki kebiasaan yang memberi tekanan berulang pada area anus.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah darah merah segar saat BAB pasti wasir?

Tidak selalu. Hemoroid memang dapat menyebabkan darah merah segar, tetapi fisura anus, peradangan, polip, infeksi, dan penyakit pada usus juga dapat menimbulkan perdarahan. Karena itu, perdarahan anus sebaiknya tidak didiagnosis sendiri sebagai wasir.

Apakah wasir berdarah boleh diobati sendiri di rumah?

Perawatan mandiri dapat membantu keluhan ringan, misalnya dengan meningkatkan serat dan cairan, menghindari mengejan, membatasi waktu di toilet, serta berendam air hangat. Namun, bila perdarahan tidak membaik dalam sekitar 1 minggu, berulang, atau disertai gejala lain, periksakan diri ke dokter.

Apakah wasir berdarah selalu terasa sakit?

Tidak. Hemoroid internal yang berdarah sering tidak nyeri bila tidak prolaps. Nyeri dapat lebih terasa pada hemoroid luar, hemoroid yang mengalami komplikasi, atau kondisi lain seperti fisura anus. Nyeri berat bersamaan dengan perdarahan perlu dinilai segera.

Bolehkah memakai obat nyeri saat ambeien berdarah?

Sebaiknya tanyakan kepada dokter atau apoteker, terutama bila Anda sedang mengalami perdarahan atau menggunakan obat pengencer darah. Jangan menambah, menghentikan, atau mengganti obat resep sendiri. Beberapa obat dapat memengaruhi risiko perdarahan atau tidak sesuai dengan kondisi kesehatan tertentu.

Apakah ibu hamil yang mengalami wasir berdarah perlu periksa?

Ya, sebaiknya konsultasikan, khususnya jika perdarahan berulang, jumlahnya banyak, atau ada nyeri berat dan pusing. Sembelit sering menjadi pemicu pada kehamilan, tetapi pilihan obat dan suplemen perlu disesuaikan dengan kondisi kehamilan oleh tenaga kesehatan.

Kesimpulan

Wasir berdarah sering berkaitan dengan iritasi hemoroid saat BAB, terutama ketika feses keras dan perlu mengejan. Menjaga feses tetap lunak, tidak duduk terlalu lama di toilet, dan membersihkan anus dengan lembut dapat membantu meredakan keluhan ringan. Namun, jangan menganggap semua darah dari anus sebagai ambeien. Perdarahan yang berulang, tidak membaik dalam sekitar 1 minggu, atau disertai nyeri berat, banyak darah, pusing, demam, sakit perut, maupun feses hitam memerlukan penilaian medis segera.

[bsa_product_cta products=”salep-wasir,kapsul-wasir” style=”sensitive”]

Referensi

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Symptoms & Causes of Hemorrhoids
  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Treatment of Hemorrhoids
  3. MedlinePlus. Rectal bleeding
  4. MedlinePlus. Hemorrhoids: MedlinePlus Medical Encyclopedia
  5. NHS. Piles (haemorrhoids)
  6. NHS. Piles in pregnancy
  7. PubMed. Anatomy, Physiology and Pathophysiology of Haemorrhoids

[bsa_related cluster=”gejala”]

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter maupun tenaga kesehatan.

Scroll to Top