Sembelit Menyebabkan Wasir? Pahami Peran Tinja Keras dan Mengejan

Sembelit dapat menjadi salah satu faktor yang memicu atau memperburuk wasir. Saat tinja keras, kering, atau sulit dikeluarkan, seseorang cenderung mengejan lebih kuat dan lebih lama ketika buang air besar. Tekanan berulang ini dapat membuat jaringan hemoroid di sekitar anus dan rektum bagian bawah membengkak serta menimbulkan keluhan seperti gatal, benjolan, rasa tidak nyaman, atau darah merah segar saat BAB.

Namun, sembelit bukan satu-satunya faktor yang berperan. Artikel ini membahas hubungan sembelit, mengejan, dan wasir, sekaligus langkah aman untuk membantu BAB lebih lancar tanpa mengabaikan tanda yang perlu diperiksakan.

Apakah sembelit menyebabkan wasir?

Wasir, ambeien, atau hemoroid adalah pembengkakan pada pembuluh darah dan jaringan penyangga di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Jaringan ini secara normal membantu menahan BAB. Keluhan dapat muncul ketika jaringan tersebut mendapat tekanan berulang, lalu membesar, meradang, atau turun ke arah lubang anus.

Sembelit membuat tinja lebih keras, kering, atau jarang keluar. Akibatnya, BAB dapat memerlukan dorongan yang lebih kuat. Mengejan meningkatkan tekanan di area anus dan rektum bagian bawah. Jika terjadi berulang, tekanan ini dapat memicu pembengkakan hemoroid atau membuat wasir yang sudah ada lebih mengganggu.

Risiko juga dapat meningkat bila seseorang duduk terlalu lama di toilet. Kebiasaan ini sering disertai menunggu sambil mengejan, padahal tinja belum siap keluar. Tujuannya bukan memaksa BAB setiap hari, melainkan mengupayakan tinja yang lebih lunak dan dapat keluar tanpa mengejan keras.

[bsa_related cluster=”penyebab” limit=”2″ style=”inline”]

Mengapa tinja keras membuat Anda lebih sering mengejan?

Tinja terbentuk dari sisa makanan dan cairan di usus besar. Bila asupan serat atau cairan kurang, aktivitas fisik rendah, keinginan BAB sering ditahan, atau ada obat tertentu yang memperlambat kerja usus, tinja dapat menjadi lebih padat dan sulit dikeluarkan.

Saat tinja keras tertahan di rektum, tubuh berusaha mengeluarkannya dengan meningkatkan tekanan di perut dan panggul. Inilah yang terasa sebagai mengejan. Mengejan sekali atau dua kali tidak otomatis menyebabkan hemoroid, tetapi kebiasaan mengejan kuat atau berulang dalam waktu lama dapat menjadi masalah.

Rasa nyeri saat BAB juga dapat membuat seseorang menahan BAB berikutnya. Tinja kemudian tinggal lebih lama di usus besar dan dapat makin mengeras. Siklus tinja keras, mengejan, nyeri, lalu menahan BAB dapat membuat keluhan sembelit dan wasir makin sulit membaik.

Gejala yang mungkin muncul saat wasir dipicu sembelit

Keluhan wasir berbeda pada setiap orang. Sebagian hanya merasa tidak nyaman, sedangkan yang lain dapat melihat benjolan atau darah merah segar setelah BAB. Gejala yang mungkin terjadi meliputi:

  • gatal, perih, atau rasa mengganjal di sekitar anus;
  • nyeri atau rasa tidak nyaman ketika BAB, terutama bila tinja keras;
  • benjolan di sekitar anus;
  • lendir pada tisu atau pakaian dalam;
  • rasa seperti BAB belum tuntas; dan
  • darah merah segar pada tisu, permukaan tinja, atau air toilet setelah BAB.

Perdarahan anus tidak selalu berarti wasir. Luka pada anus, peradangan usus, polip, dan kondisi lain juga dapat menyebabkan darah keluar dari anus. Jangan menganggap seluruh perdarahan sebagai ambeien, terutama jika keluhan baru pertama kali terjadi atau polanya berubah.

Langkah praktis untuk mengurangi mengejan saat BAB

Fokus perawatan mandiri adalah membantu tinja lebih lunak dan membangun kebiasaan BAB yang tidak menambah tekanan. Langkah berikut dapat dicoba secara bertahap:

  1. Tambahkan serat secara perlahan. Pilih sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, oat, serta makanan berbahan gandum utuh. Menambah serat terlalu cepat dapat menimbulkan kembung pada sebagian orang.
  2. Cukupi cairan. Cairan membantu serat bekerja lebih baik dan membantu tinja tidak terlalu keras. Kebutuhan setiap orang berbeda, terutama bila Anda memiliki pembatasan cairan dari dokter.
  3. Jangan menahan keinginan BAB. Saat dorongan muncul, usahakan pergi ke toilet. Menunda BAB dapat membuat tinja tinggal lebih lama dan menjadi lebih keras.
  4. Batasi waktu duduk di toilet. Hindari berlama-lama sambil bermain ponsel atau memaksa BAB. Bila belum keluar, berhenti sejenak dan coba lagi saat ada dorongan alami.
  5. Hindari mengejan keras. Bernapas perlahan dan rilekskan tubuh. Memaksa dorongan justru dapat meningkatkan tekanan pada area anus.
  6. Tetap aktif bergerak. Jalan kaki dan aktivitas fisik sesuai kemampuan dapat membantu kerja usus lebih teratur.

Jika perubahan kebiasaan belum cukup, tanyakan kepada apoteker atau dokter mengenai pilihan penanganan sembelit yang sesuai. Obat pencahar tidak sebaiknya digunakan sembarangan atau terus-menerus tanpa arahan tenaga kesehatan, terutama bila disertai nyeri perut berat, mual, atau muntah.

Hal yang sebaiknya dihindari ketika sembelit disertai wasir

Beberapa kebiasaan dapat mempertahankan siklus sembelit dan mengejan. Cobalah menghindari hal-hal berikut:

  • menunggu terlalu lama di toilet untuk menuntaskan BAB;
  • mengejan kuat atau menahan napas saat BAB;
  • mengabaikan dorongan BAB;
  • langsung menambah serat dalam jumlah besar tanpa cukup minum;
  • mengonsumsi obat nyeri yang dapat memperburuk sembelit tanpa berkonsultasi; dan
  • menggosok anus terlalu keras setelah BAB, terutama bila kulit terasa iritasi.

Untuk rasa tidak nyaman ringan, menjaga area anus tetap bersih dan kering, mengeringkan dengan cara menepuk perlahan, mandi air hangat, atau menggunakan kompres dingin yang dibungkus kain dapat membantu sebagian orang. Hindari mengoleskan bahan yang tidak jelas kandungannya ke area anus karena kulit di area tersebut sensitif.

Kapan perawatan mandiri tidak cukup?

Keluhan ringan dapat membaik setelah kebiasaan BAB diperbaiki. Namun, perawatan mandiri memiliki batas. Sebaiknya periksakan diri ke dokter bila gejala tidak membaik setelah sekitar satu minggu perawatan di rumah, wasir sering kambuh, benjolan atau perubahan di sekitar anus terasa tidak biasa, atau sembelit terus berulang.

Periksa lebih cepat bila Anda mengalami perdarahan dari anus. Dokter dapat menilai apakah darah mungkin berasal dari hemoroid atau penyebab lain. Pemeriksaan juga penting bila darah bercampur dengan tinja, pola BAB berubah menetap, terdapat lendir berulang, nyeri perut, berat badan turun tanpa direncanakan, atau tubuh terasa sangat lemas.

Segera cari pertolongan medis darurat bila perdarahan tidak berhenti, jumlah darah banyak, terdapat bekuan darah besar, muncul pusing, hampir pingsan, lemas berat, sesak, atau nyeri anus sangat berat. Demam, menggigil, keluar nanah dari area anus, atau nyeri berdenyut yang menetap juga memerlukan penilaian medis segera karena dapat menandakan masalah selain wasir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sembelit pasti menyebabkan wasir?

Tidak selalu. Sembelit merupakan salah satu faktor risiko karena dapat membuat tinja keras dan mendorong kebiasaan mengejan. Wasir juga dapat dipengaruhi oleh kehamilan, pertambahan usia, duduk terlalu lama di toilet, sering mengangkat beban berat, berat badan berlebih, serta faktor lain yang meningkatkan tekanan di area anus.

Apakah mengejan sekali langsung membuat ambeien?

Tidak dapat dipastikan demikian. Risiko lebih berkaitan dengan mengejan yang kuat atau berulang, terutama bila disertai sembelit menahun dan kebiasaan duduk lama di toilet. Upayakan agar BAB berlangsung tanpa memaksa.

Bagaimana posisi BAB agar tidak terlalu mengejan?

Yang paling penting adalah tidak terburu-buru dan tidak memaksa. Sebagian orang merasa lebih nyaman bila lutut sedikit lebih tinggi daripada pinggul dengan bantuan pijakan kaki yang stabil. Bila posisi tersebut membuat pusing, nyeri, atau tidak nyaman, hentikan dan pilih posisi yang aman bagi Anda.

Apakah darah merah segar setelah BAB pasti karena wasir?

Tidak. Wasir memang dapat menimbulkan darah merah segar, tetapi robekan kecil pada anus dan kondisi lain juga bisa menyebabkan perdarahan. Sebaiknya periksakan setiap perdarahan anus, terutama bila berulang, banyak, bercampur dengan tinja, atau disertai perubahan pola BAB dan keluhan lain.

Kapan perlu ke dokter jika sembelit disertai wasir?

Temui dokter bila keluhan tidak membaik setelah sekitar satu minggu perawatan mandiri, sering berulang, atau disertai perdarahan. Cari pertolongan segera bila perdarahan banyak atau terus-menerus, ada pusing atau hampir pingsan, nyeri sangat berat, demam, menggigil, atau keluar nanah dari area anus.

Kesimpulan

Sembelit dapat memicu atau memperburuk wasir karena tinja keras dan mengejan meningkatkan tekanan pada jaringan hemoroid. Membantu tinja tetap lunak melalui serat yang ditambah bertahap, cairan yang cukup, aktivitas fisik, tidak menahan BAB, dan membatasi waktu di toilet dapat mengurangi kebutuhan untuk mengejan. Meski demikian, darah dari anus tidak boleh langsung dianggap sebagai wasir. Bila ada perdarahan, nyeri berat, atau keluhan tidak membaik, periksakan diri ke tenaga kesehatan.

[bsa_product_cta products=”pelancar-bab” style=”sensitive”]

Referensi

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Symptoms & Causes of Hemorrhoids
  2. NHS. Piles (haemorrhoids)
  3. MedlinePlus. Hemorrhoids: MedlinePlus Medical Encyclopedia
  4. MedlinePlus. Constipation – self-care: MedlinePlus Medical Encyclopedia

[bsa_related cluster=”penyebab”]

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter maupun tenaga kesehatan.

Scroll to Top